Ilmu atau Adab Dulu ?

Kedudukan orang-orang berilmu sangatlah mulia karena diangkat derajatnya oleh Allah Ta’ala. Sebagaimana dalam Firman Allah:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Mujadalah: 11).

Namun ada hal yang perlu didahulukan sebelum ilmu, yaitu adab. Para ulama banyak berpesan agar kita lebih mendahulukan adab dibandingkan ilmu. Lantas apa landasan seseorang yang lebih mendahulukan ilmu dibandingkan adab? Bisa jadi ada yang keliru dalam pilihan sikap seseorang atau bahkan diri kita. Yang salah adalah tujuan berilmu bukan untuk penilaian Allah, tetapi agar terlihat mulia di mata manusia. Bisa jadi seperti itu. Tapi siapa yang tahu isi hati diri sendiri?

Sekarang jika kita tanya mana yang lebih nyaman untuk kita lihat, orang yang berilmu tapi adabnya kurang, atau orang yang adabnya baik tapi ilmunya kurang. Cenderung bagi kita untuk mendahulukan orang yang beradab karena akan ada kenyamanan saat berinteraksi dengan orang tersebut. Tapi tentu, dua pilihan tadi bukanlah pilhan yang terbaik. Karena jauh lebih penting bagi kita untuk menjadi orang yang berilmu dan beradab, karena untuk berilmu butuh adab.

Mendahulukan adab dibandingkan ilmu. Seperti yang disampaikan Imam Daarul Hijrah, Imam Malik Rahimahullah yang pernah berkata pada seorang pemuda Quraisy, “Pelajarilah adab sebelum mempelajari suatu ilmu.”

Kenapa para ulama berpesan untuk mendahulukan mempelajari adab? Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata, “Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”

Dari Abu Darda’ RA. mengatakan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada suatu amal perbuatan pun dalam timbangan yang lebih baik daripada akhlak yang baik.”

Ibnu Mubarak mengatakan, “Barangsiapa meremehkan adab, niscaya dihukum dengan tidak memiliki hal-hal sunnah. Barang siapa meremehkan sunnah-sunnah, niscaya dihukum dengan tidak memiliki (tidak mengerjakan) hal-hal yang wajib. Dan barang siapa meremehkan hal-hal yang wajib, niscaya dihukum dengan tidak memiliki makrifah.”

Kemudian Diriwayatkan dari Mak-hul, dari Abu Sa’labah secara marfu’: “Sesungguhnya orang yang paling aku sukai dari kalian dan paling dekat kedudukannya denganku adalah orang-orang yang paling baik akhlaknya.” Wallahu a’lam bishowab.

(Shabirin)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *