Pandemi Belum Reda, Masjid DT Tetap Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan

Total kasus terkonfirmasi positif terpapar virus Corona di Indonesia belumlah mereda. Tercatat seperti diungkapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kasus positif di Indonesia per Senin (5/10) telah mencapai 307.120 kasus. Jumlah kasus bertambah sebanyak 3.622 kasus dibandingkan data sehari sebelumnya, Ahad (4/10).

Keadaan hampir sama juga terjadi di Kota Bandung. Terhitung sejak Senin (5/10), Kota Bandung ditetapkan sebagai zona merah Covid-19 di Jawa Barat bersama Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi. Seperti terlihat pada laman Pusat Informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, seluruh kecamatan di Kota Bandung kini telah ditampilkan berwarna merah.

Padahal sepekan sebelumnya, Senin (28/9) lima daerah zona merah virus Corona masih dipegang oleh Kota Bogor, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon, dan Kabupaten Cirebon. Terjadi pergeseran status zona merah di Jawa Barat, Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon tak lagi berstatus zona merah.

Dengan demikian, maka kedisiplinan masyarakat di Kota Bandung dalam menerapkan protokol kesehatan sangat dibutuhkan. Hal-hal kecil seperti senantiasa menggunakan masker dan mencuci tangan menjadi hal wajib saat berpergian di luar rumah. Tak terkecuali saat perjalanan menunaikan ibadah. Masjid-masjid yang menyelenggarakan salat lima waktu diharapkan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan perilaku adaptasi kebiasaan baru (new normal).

Contohnya seperti terlihat saat melaksanakan salat berjamaah di Masjid Daarut Tauhiid (DT). Tampak di depan pintu masuk, beberapa penjaga dengan ketat memastikan para jamaah untuk mengenakan masker secara sempurna. Jamaah yang tidak membawa masker akan diberikan masker oleh petugas secara cuma-cuma. Pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan hand sanitizer di telapak tangan menjadi persyaratan wajib sebelum memasuki ruang utama masjid.

“Saya merasa lebih aman dan nyaman salat di sini (Masjid DT). Shaf jamaah pun sangat teratur dan disiplin dalam menjaga jarak agar tidak berdekatan. Ada petugas yang mengarahkan sehingga jamaah tidak bingung saat akan masuk barisan salat,” ujar Alwan, salah seorang jamaah saat pelaksanaan salat Isya berjamaah.

Tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan di saat waktu beribadah sangatlah penting. Hal ini sebagai langkah pencegahan dan bagian menyempurnakan ikhtiar memutus mata rantai penyebaran virus Corona. (Gian)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *