Wakaf DT Hadiri Rakornas BWI

Badan Wakaf Indonesia (BWI) melaksanakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) melalui telekonferensi, Senin (14/9). BWI mengundang seluruh mitranya, termasuk Wakaf Daarut Tauhiid (DT).

Wakaf DT yang dikenal dengan konsep Kawasan Wakaf Terpadu berkesempatan hadir. Ada pun terkait konsep Kawasan Wakaf Terpadu adalah pemanfaatan lahan wakaf yang menyinergikan berbagai potensi umat. Perkembangannya amat signifikan, tidak hanya di Bandung, tetapi sudah ada di berbagai daerah. Hal inilah yang menjadikan Wakaf DT sebagai salah satu tamu undangan BWI.

Hal tersebut disampaikan Agus Kurniawan, S.E selaku Wakil Direktur Bidang Digital Marketing dan Kehumasan Wakaf DT.

“Kami sangat mendukung penuh kegiatan Rakornas dan seluruh kegiatan BWI lainnya. Ini sebagai bentuk keseriusan Wakaf DT untuk selalu bersinergi dengan pemerintah dan BWI,” ujar Agus.

Selain itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof. Dr. Mohammad Nuh menyampaikan harapannya dalam Rakornas tersebut.

“Intinya kami ingin memberikan kontribusi kepada bangsa. Kami punya keyakinan pada 100 tahun Indonesia. Ini bukan waktu yang panjang. Oleh karena itu kami ingin berkontribusi pada 2045 dengan bangsa ini bisa melunasi janji kemerdekaan,” kata Nuh.

Nuh juga mengatakan, umat Islam harus mampu menyinergikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf). Ia berharap, BWI bisa berkontribusi dalam mengisi 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia.

Merujuk pada survei Kementerian Agama pada 2020, indeks literasi wakaf di Indonesia baru mencapai 50,48. Lebih rendah dibandingkan indeks literasi zakat yang masuk kategori sedang yaitu 66,78.

Dalam acara Rakornas ini dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin dan Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi. Selain Rakornas, di dalam acara ini juga dilakukan peresmian Gerakan Wakaf Indonesia (Gerakin) serta Seminar Online Dunia Wakaf. (Eko)