Waspada dengan Syirik yang Tersembunyi

Dalam pembahasan ini akan diawali dengan sebuah ayat dalam Al-Qur’an, dimana Allah Ta’ala berfirman yang bunyinya:

wa iż qāla luqmānu libnihī wa huwa ya’iẓuhụ yā bunayya lā tusyrik billāh, innasy-syirka laẓulmun ‘aẓīm

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya,”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Al-Luqman: 13)

Pelajaran pertama adalah jangan menyekutukan Allah dan jangan membikin tandingan selain Allah Ta’ala atau istilah lain disebut dengan syirik khafi. Ada salah satu syirik yang sangat berbahaya yaitu syirik khafi. Syirik khafi ini caranya halus dan tidak kelihatan. Misalkan contohnya seperti riya, yang akan merusak amal kita, yang tadinya niat karena Allah bisa bergeser karena sesuatu hal.

Perlu kita ingat bahwa niat itu adalah alamat!! Salah niat maka akan salah alamat. Allah Ta’ala Maha mengetahui setiap manusia, karena Allah miliki sifat “wallahu ‘alimun bizdatisshudur” yang artinya “dan Allah mengetahui segala isi hati”. Maka yang perlu dipastikan sebelum beramal adalah niatnya. Apakah seorang penghafal Al-Qur’an yang telah menghafal Al-Qur’an mendapat kedudukan mulia disisi Allah? belum tentu saudara-saudara, tergantung dan dikembalikan lagi kepada niatnya. Ada juga yang ikut berjihad hanya karena ingin disebut sebagai pahlawan, pada akhirnya perjuangannya tidak memiliki arti apa-apa.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 110: “Katakanlah “sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku “bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”

Sekali lagi kita ingatkan bersama, jangan sampai salah niat. Mari kita riyadhoh atau evaluasi kembali luruskan niat-niat kita dalam beramal, jangan sampai salah alamat, karena ibadah yang kita lakukan adalah hanya untuk Allah, makanya Allah sangat murka apabila suatu ibadah tidak dipersembahkan untuk-Nya.

Semoga kita senantiasa dijauhkan dari syirik besar maupun yang kecil, dan tetap meluruskan hati dalam beribadah kepada Allah Ta’ala, sehingga amal yang kita lakukan berbuah pahala bukan sia-sia. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

 

Bagi Jama’ah sekalian yang tertarik untuk berkontribusi terhadap syiar dakwah dan wakaf untuk pembangunan sarana ibadah & belajar santri, bisa menyalurkannya melalui rekening berikut:

Bank Syariah Indonesia (BSI) 9255.373.000 an Yayasan Daarut Tauhiid