Bantuan Pangan untuk Warga Palestina

Roti, susu, beras, menjadi bahan yang sangat berharga bagi warga Palestina dan Suriah yang mengungsi di Yordania. Selama konflik berlangsung, tak sedikit dari mereka yang kehilangan harta, benda, bahkan keluarganya. Untuk mempertahankan hidup, mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang dirasa lebih aman, Yordania.

Dengan hidup seadanya, para pengungsi Palestina mencoba kembali membangun kekuatan untuk terus bertahan dan membesarkan putera-puteri mereka. Bantuan dari berbagai belahan dunia terus berdatangan, tak terkecuali dari Indonesia.

Bantuan pangan kali ini datang dari Daarut Tauhiid (DT) Peduli, salah satu lembaga amil zakat nasional (Laznas) tepercaya di Indonesia. DT Peduli hadir membawa amanah dari warga Indonesia yang peduli dengan nasib rakyat Palestina. Senin (12/02), DT Peduli mendistribusikan bantuan pangan untuk rakyat Palestina yang sedang mengungsi di Zarqa, Yordania sebanyak sebelas ton, atau senilai satu miliar rupiah.

“Dua ratus paket pangan telah didistribusikan langsung kepada warga Palestina pada tahap pertama ini,” kata Hendra, Direktur Marketing Komunikasi DT Peduli.

Bahan pangan sehari hari berupa roti, beras, gula, teh, susu, minyak goreng dan bahan pangan lainnya dikemas dalam sebuah paket besar berwarna biru. Tampak ibu-ibu mengantre dan bergiliran mengambil paket bantuan.

Hendra menjelaskan, bantuan sengaja didistribusikan di sebuah tempat khusus agar penyaluran berjalan dengan baik, tertib, dan teratur. “Karena kalau kita datang langsung ke camp pengungsian, khawatir suasana menjadi tidak kondusif. Maka pada kesempatan ini bantuan didistribusikan di satu tempat khusus dan didistribusikan dengan  cara yang baik,” kata Hendra.

Tidak hanya bantuan pangan, DT Peduli juga mendistribusikan bantuan selimut kepada pengungsi Palestina yang saat ini sedang berjuang melewati musim dingin.

“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina dan menambah amal kebaikan untuk kita semua,” ujar Hendra.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *