Penutupan Milad DT, Tausiyah Aa Gym Ditunggu Warga

Hari pertama penutupan Milad Daarut Tauhiid (DT) yang ke 29 berlangsung meriah. Kegiatan yang dimulai sejak pukul enam pagi tersebut, diramaikan dengan berbagai kegiatan. Mulai dari MQ Pagi, bersepeda bersama Santri Karya, pengaplikasian BRTT (Bersih, Rapih, Tertib dan Teratur), baksos Santri Karya, tausiyah Aa Gym, dan silaturahmi dengan warga.

Semua kegiatan berjalan dengan lancar, dan berkesan bagi yang mengikutinya. Salah satu kegiatan yang paling ditunggu warga sekitar Eco Pesantren DT adalah tausiah yang disampaikan oleh Aa Gym. Ketua Yayasan DT, Gatot Kunta Kumara mengatakan, Milad DT ke 29 merupakan implementasi dari tema yang diusung yaitu, ‘Berkhidmat untuk Umat’.
Terkait tausiah dari Aa Gym yang ditunggu oleh para warga, Gatot menilai, itu karena tausiah Aa Gym selalu meninggalkan kesan juga pesan. Ma’rifatullah yang menjadi ciri khas dari Aa Gym, kata Gatot, pada kenyataanya menjadi salah satu solusi problematika yang kebanyakan dihadapi oleh jamaah.

“Wajar saja, bagi saya itu bukan hal yang aneh. Guru kita Aa Gym sangat ditunggu, penguasaan ilmu tauhid dan ma’rifatullah yang selalu beliau ajarkan kepada santrinya, memang menjadi kunci bagi persoalan yang kerap kita hadapai. Kedekatan pada Allah SWT itu penting,” katanya, ditemui di sela-sela kegiatan di Eco Pesantren, Jumat (13/12).

Menurut Gatot, Pengabdian DT hingga ke 29 tahun ini, tidak lepas dari peran Aa Gym. “Selama 29 tahun DT memberikan energinya untuk umat, sesuai dengan tema, selama itu pula Aa Gym memberikan ilmunya untuk umat. Semoga menjadi jalan bagi kita mencapai rida Allah SWT,” jelasnya.

Di dalam tausiahnya, Aa Gym berharap DT dengan segala kelebihan dan kekurangannya harus terus bisa menginspirasi umat. Aa Gym menginginkan sinergi antara DT dan warga sekitar tetap terjalin, dan membangun ukuwah yang baik.
“Mudah-mudahan DT bisa terus ada di antara umat. Perjalanan DT yang ke 29 ini bisa menjadi momentum sinergi antara masyarakat sekitar, untuk membangun ukuwah yang lebih baik lagi,” tuturnya. (Elga)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *