Sabar Dalam Mengendalikan Diri

Sabar Dalam Mengendalikan Diri.

Sabar Dalam Mengendalikan Diri. Jika kita sedang banyak masalah, kita sedang banyak kesulitan, jangan ditambah dengan sikap-sikap yang tidak perlu yang menambah masalah baru. Jangan sampai hati dan pikiran kita malah membuat masalah baru, harusnya dalam situasi seperti ini yang kita pikirkan, yang kita ucapkan, yang kita lakukan adalah solusi sekecil apapun.

Nah rekan-rekan sekalian, kalau kita tidak mempunyai solusi jangan menambah masalah baru. Kita menyimak media, ada yang mendengar ambulance terus menganggap kosong dan dipukul ambulance pake helm,  mobil rusak kaca pecah dan seterusnya, kemudian ditangkap oleh polisi. Pada akhirnya malah menambah masalah tidak ada solusi.

Hadirin, bagaimana suasana rumah yang dalam keadaan sulit jangan ditambahkan dengan bertengkar. Jangan ditambah dengan sikap-sikap yang membuat rumah menjadi neraka mini. Jadi pikiran kita sekarang adalah orientasinya bahwa saya harus menjadi bagian dari solusi dan saya jangan sampai menjadi bagian dari masalah. Jadi kita harus bisa lebih mengendalikan diri, harus bisa mengendalikan keinginan, mengendalikan nafsu, mengendalikan amarah.

Jangan sedikit-sedikit tersinggung, sedikit-sedikit jengkel, sedikit-sedikit marah, padahal kita tahu orang yang tidak mampu mengendalikan amarahnya akalnya menjadi turun akal sehatnya, yang naik itu adalah nafsu amarahnya. Jikalau akalnya sudah turun maka kita tidak akan menjadi solusi, maka dalam situasi sulit ini adalah latihan watawa shaubil haq watawa shaubil sabr. Ayo latihan, latihan untuk lapang dada, latihan untuk tidak mudah tersinggung, latihan untuk tidak mudah tersengat, latihan untuk lebih memaafkan.

Jadi sabar adalah kemampuan seseorang untuk menahan diri, mengendalikan diri. Sehingga sikap yang dilakukan adalah sikap yang disukai Allah. cirinya adalah ketika seseorang sudah bisa mengendalikan semuanya dengan baik, sehingga akan muncul rasa nyaman pada dirinya. Kalau sudah merasa nyaman dengan dirinya sendiri.

Kebaikan selalu mendatangkan kenyamanan, sementara keburukan dan dosa akan mendatangkan ketidak nyamanan. Mudah-mudahan kita selalu bisa mengendalikan diri, menahan diri, sehingga apapun yang kita lakukan hanya kebaikan, kebaikan, dan kebaikan yang semoga akan diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam bishowab.

(KH. Abdullah Gymnastiar)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *