Persiapan PTM, Baitul Quran DT Studi Banding Ke Ponpes Al-Basyariyah

Daarut Tauhiid – Selama pandemi yang masih berjalan hampir satu setengah tahun ini, kegiatan Santri di Pesantren Daarut Tauhiid dilaksanakan secara daring dari rumah masing-masing. Khususnya Santri Tahfidz Quran di bawah unit Baitul Quran Pesantren Daarut Tauhiid.

Rencananya Baitul Quran secara bertahap akan membuka kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi santri-santrinya dipertengahan Agustus mendatang, jika kondisi sudah membaik.

Dalam rangka persiapan Pembelajaran Tatap Muka Santri Tahfidz Quran Baitul Quran Pesantren Daarut Tauhiid, pimpinan di lembaga Pesantren mengadakan silaturahim sekaligus studi banding ke Pesantren Al-Basyariyah yang sudah terlebih dahulu melaksanakan PTM bagi santri-santrinya.

Acara ini berlangsung pada hari Kamis (29/7/2021) dan dilaksanakan secara daring, mengingat masih diberlakukannya kebijakan PPKM oleh pemerintah.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran dari Pesantren Daarut Tauhiid mulai dari Wakil Kepala Harian, Kepala Unit, Kepala Bagian hingga staf. Sementara dari Pondok Pesantren Al-Basyriyah dihadiri oleh jajaran pengurus yang dipimpin oleh Endang Suhendi, S.Ag.

Acara silaturahim dan studi banding ini dibuka oleh Dadan Junaedi selaku Wakil Kepala Harian Pesantren Daarut Tauhiid. Dadan menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya acara ini, yaitu diantaranya diskusi terkait PTM yang sudah dijalankan oleh Pondok Pesantren Al-Basyariyah.

“Rencananya Pesantren Daarut Tauhiid (khususnya santri Tahfidz Quran) akan mengadakan PTM, Insya Allah pertengahan Agustus. Kami mendengar bahwa di Ponpes Al-Basyariyah sudah melaksanakan kegiatan offline untuk 2300 santrinya. Untuk itu kami ingin diskusi, belajar dan mengetahui ilmunya dari Ponpes Al-Basyariyah terkait PTM ini”, ungkap Dadan saat membuka acara.

Setelah itu, dari Pondok Pesantren Al-Basyariyah melalui Endang Suhendi, S.Ag menyampaikan bahwa pada awal-awal pandemi covid-19 Ponpes Al-Basyariyah pun melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Namun, seiring berjalannya waktu setelah diskusi dengan berbagai pihak seperti orang tua santri, pemerintah desa, kecamatan, gugus covid kelurahan hingga kabupaten. Maka diputuskan untuk melaksanakan kembali PTM bagi santri dengan komitmen menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Pembelajaran online memang kurang mengenakan. Sejak awal pandemi pembelajaran dilaksanakan secara online. Setelah dipelajari terkait covid dan masukan dari berbagai pihak diantaranya orang tua. PTM dilaksankan dengan koordinasi dengan desa, kecamatan, gugus covid kelurahan hingga kabupaten. Dan tentunya dengan komitmen menerapkan protokol kesehatan ketat”, sebut Endang.

“Selain itu ada program lainnya bagi santri. Ada program berjemur, pemberian vitamin, olahraga. Tidak kalah penting guru yang dari luar dicek dan disemprot disinfektan sebelum masuk mengajar. Wali kelas report terkait kondisi santri kepada orang tua. Agar orang tua tidak khawatir. Tentunya harus tawakal kepada Allah”, tambahnya. (Adam)

 

Red: WIN

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *