Si Kecil Ketombean?

Ketombe tak pandang usia. Ia bisa menerpa siapa saja termasuk anak kecil. Seperti yang dialami Fadhil, buah hati ibu Farida. Anak berusia enam belas bulan itu kerap menggaruk-garuk kepalanya. Sisik kekuningan dan melepuh bila digaruk itu menambah penasaran Farida Apa benar rasa gatal itu akibat ketombe? Masa iya anak kecil ketombean? Begitu keluh Farida. Untuk meyakinkan rasa penasarannya, didatangilah seorang dokter spesialis kulit.

Dokter mengatakan bahwa Fadhil mengalami eksim seboroik atau sejenis kelainan pada kulit yang biasa disebut dengan sarap. Gangguan ini sering timbul pada usia 2-10 minggu dan menghilang di usia satu tahun atau lebih. Namun pada beberapa anak dapat berlanjut dan kambuh di usia pubertas.

Lebih lanjut dokter menyatakan bahwa, anak laki-laki lebih rentan terkena dibandingkan anak perempuan. Penyebabnya masih belum diketahui dengan pasti. Tetapi sering dihubungkan dengan meningkatnya produksi kelenjar minyak (sebasea) pada bayi baru lahir dan beberapa saat setelah bayi lahir. Kelenjar ini aktif karena rangsangan hormon androgen yang dibawa bayi baru lahir dari ibunya. Jika hormon sudah hilang dan berkurang maka kelenjar minyak tidak aktif lagi.

Sebenarnya, eksim seboroik tidak menimbulkan rasa gatal. Hanya, pada beberapa anak bila berkeringat mungkin menimbulkan keluhan gatal. Dan jika dibiarkan, itu dapat menyebar ke bagian lain seperti telinga, muka, dan leher. Lebih parah lagi dapat menyebar ke seluruh anggota gerak berupa bercak kemerahan dengan sisik-sisik halus. Keadaan ini membuat gambaran kulit menjadi tidak khas berupa sisik tebal, kasar, kekuningan, berminyak, membasah di atas dasar kulit yang merah, dan berbau tidak sedap.

Cara mengatasi dan mencegah ketombe
Selama si kecil menderita eksim seboroik lakukan perawatan intensif. Lepaskan sisik tebal yang melekat erat pada kulit dengan menggunakan minyak kelapa atau baby oil yang dioleskan pada sore hari dengan harapan esok paginya bisa terlepas. Kemudian rambut dicuci dengan sampo bayi dan sisirlah dengan perlahan-lahan. Lakukan 1-2 hari sekali sampai kulit kepala bersih.

Krim kortikosteroid, dapat diberikan juga 1-2 kali sehari selama 1-2 minggu sampai kelainan kulit kepalanya hilang. Bila terdapat infeksi sekunder oleh bakteri atau jamur, sebaiknya secara bersamaan infeksinya diatasi dengan memberikan antibiotik atau anti jamur menurut anjuran dokter.

Sebelum ketombe itu datang, lakukan pencegahan seperti berikut:
1. Potong rambut si kecil lebih pendek,
2. Cucilah rambut secara teratur,
3. Bayi atau anak tetap dimandikan dengan sabun dua kali sehari,
4. Hindari pakaian yang tidak menyerap keringat seperti baju dari nilon, wol, atau baju yang ketat dan tebal,
5. Hindari penggunaan pelembab yang berlebihan, dan
6. Bila berkeringat segera seka dengan lap atau kain basah dan keringkan dengan handuk.

Dengan perawatan yang intensif, menjadikan si kecil bisa tidur lebih nyaman. (ahmadsahidin/berbagai sumber)

Referensi
1. Pajka G. Seborrhoeic Dermatitis, Harper J. Oranje A, Press N,.
2. Penyunting Textbook of Pediatrice Dermatology, edisi ke-1. London Blackwell scince Ltd. 2000

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *